Riyal atau ATM Saat Umroh 2026? Ini Perbandingannya - Rahmah Travel
Umroh & Haji

Mending Bawa Riyal atau Pakai ATM Saat Umroh? Ini Perbandingannya

Bingung bawa riyal tunai dari Indonesia atau andalkan ATM saat umroh? Simak perbandingan biaya, risiko, dan strategi kombinasi dari Rahmah Travel.

SALMAN AL FARIZ
Penulis dan FullStack Developer
Mending Bawa Riyal atau Pakai ATM Saat Umroh? Ini Perbandingannya
PPIU
Resmi Kemenag RI
IATA
Terdaftar & Terakreditasi
Umroh
Reguler dan Private
297
Pembaca Artikel

Mending bawa riyal atau pakai ATM saat umroh? Pertanyaan ini penting dipersiapkan sebelum jamaah berangkat ke Arab Saudi. Selama berada di Makkah dan Madinah, jamaah membutuhkan uang untuk berbagai keperluan, mulai dari membeli makanan, minuman, oleh-oleh, hingga kebutuhan pribadi lainnya. Riyal tunai dan kartu ATM sama-sama bisa digunakan, tetapi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, jamaah perlu mengetahui kapan sebaiknya menggunakan uang tunai dan kapan kartu ATM lebih praktis agar kebutuhan selama perjalanan tetap terpenuhi tanpa harus membawa terlalu banyak uang.

Di Makkah dan Madinah, pembayaran menggunakan kartu sudah banyak diterima di restoran, hotel, toko, pusat perbelanjaan, dan berbagai layanan lainnya. Di sisi lain, uang tunai tetap berguna untuk transaksi tertentu dan menjadi cadangan ketika pembayaran kartu tidak tersedia. Karena itu, jamaah tidak harus memilih antara membawa riyal atau menggunakan ATM secara mutlak. Menyiapkan keduanya dalam jumlah yang sesuai justru dapat membuat pengelolaan uang selama umroh lebih fleksibel.

Realitanya, jawaban paling aman bukan "pilih salah satu", melainkan tahu kapan riyal tunai lebih berguna dan kapan kartu justru lebih praktis. Uang yang salah bentuk di momen yang salah bisa bikin jamaah kerepotan — entah antre lama di money changer bandara, atau justru kartu ditolak saat butuh bayar cepat di pasar Madinah.

Artikel ini membedah perbandingan riyal tunai dan ATM secara jujur: kelebihan, kekurangan, biaya tersembunyi, sampai skenario mana yang cocok untuk kebutuhan seperti apa saat di Tanah Suci.

Kenapa Pertanyaan Ini Selalu Muncul Menjelang Keberangkatan

Kebanyakan jamaah baru pertama kali ke luar negeri saat berangkat umroh. Wajar kalau urusan uang jadi salah satu yang paling bikin cemas — beda dengan traveling ke negara lain yang sistem pembayarannya sudah familiar lewat media sosial atau cerita teman.

Arab Saudi sendiri unik. Di satu sisi, kota-kota besar seperti Makkah, Madinah, dan Jeddah sudah sangat maju dalam hal pembayaran digital. Tapi di sisi lain, banyak transaksi kecil — dari pedagang kaki lima, tukang parkir, sampai sedekah di jalan — yang masih mengandalkan uang tunai. Dua kondisi yang bertolak belakang ini yang bikin jamaah bingung harus siap uang dalam bentuk apa.

Bawa Riyal Tunai: Kelebihan dan Kapan Ini Jadi Andalan

Uang tunai punya satu keunggulan yang tidak tergantikan: diterima di mana saja, tanpa syarat, tanpa jaringan, tanpa biaya tambahan saat dipakai. Untuk kebutuhan kecil sehari-hari, ini jauh lebih praktis.

Beberapa situasi di mana riyal tunai jadi penyelamat:

  • Membayar pedagang kaki lima di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi yang umumnya tidak menerima kartu

  • Bersedekah kepada orang yang membutuhkan di jalan, yang di Tanah Suci cukup sering dijumpai jamaah

  • Membeli oleh-oleh kecil di pasar tradisional seperti Pasar Seng atau area sekitar Bab Ali

  • Situasi darurat ketika jaringan internet atau mesin EDC sedang bermasalah, yang kadang terjadi saat kepadatan jamaah sedang tinggi

Kekurangannya juga nyata. Membawa uang tunai dalam jumlah besar berisiko hilang atau dicopet, terutama di tengah kerumunan padat saat waktu-waktu shalat. Menukar uang dalam jumlah besar sekaligus di money changer bandara pun biasanya kursnya kurang menguntungkan dibanding menukar di tempat lain yang lebih kompetitif.

Apakah Perlu Membawa Uang Riyal dari Indonesia?

Sebenarnya tidak ada aturan bahwa jamaah harus membawa seluruh kebutuhan selama di Arab Saudi dalam bentuk uang tunai. Justru, membawa uang secukupnya dari Indonesia bisa membuat perjalanan lebih tenang karena jamaah sudah memiliki pegangan ketika baru tiba.

Uang tunai ini bisa digunakan untuk kebutuhan awal seperti membeli makanan atau minuman, membeli kebutuhan kecil, memberi tip jika diperlukan, hingga keperluan mendadak sebelum jamaah menemukan ATM atau tempat penukaran uang.

Jumlahnya tidak perlu berlebihan. Yang lebih penting adalah membagi uang sesuai kebutuhan dan tidak menyimpan seluruh uang di satu dompet. Sebagian bisa disimpan di tempat yang aman di dalam tas, sementara uang untuk kebutuhan harian dibawa secukupnya.

Pakai Kartu ATM atau Debit: Kelebihan dan Batasannya

Kartu berlogo Visa atau Mastercard umumnya bisa dipakai di ATM-ATM besar seperti Al Rajhi Bank atau Saudi National Bank yang tersebar di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ini jadi opsi menarik karena jamaah tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar sejak dari Indonesia.

Kelebihan utamanya jelas: lebih aman dari risiko kehilangan fisik uang, bisa tarik tunai sesuai kebutuhan harian saja, dan beberapa bank di Indonesia menawarkan kurs kompetitif untuk transaksi luar negeri.

Tapi ada beberapa hal yang sering luput dari perhatian jamaah:

  • Biaya tarik tunai luar negeri yang bervariasi antar bank, mulai dari biaya tetap sampai persentase dari nominal yang ditarik

  • Antrean panjang di ATM saat jam-jam ramai, terutama menjelang dan sesudah waktu shalat

  • Risiko mesin ATM kehabisan uang tunai atau sedang gangguan teknis, yang bikin jamaah tidak bisa mengandalkan satu sumber saja

  • Tidak semua pedagang kecil menerima pembayaran kartu, jadi kartu saja tidak cukup untuk semua kebutuhan

Sebelum berangkat, penting mengecek dulu ke bank masing-masing soal limit transaksi harian di luar negeri dan mengaktifkan notifikasi transaksi supaya bisa memantau saldo secara real-time selama di Tanah Suci.

Berapa Perbandingan Biaya Riil Antara Keduanya

Kalau dihitung kasar, menukar riyal tunai di Indonesia sebelum berangkat biasanya memberi kepastian nominal sejak awal — jamaah tahu persis berapa rupiah yang dikeluarkan dan berapa riyal yang didapat. Risikonya ada di kurs yang mungkin tidak seoptimal saat ditukar di lokasi lain, dan ada biaya kesempatan karena uang sudah "terkunci" dalam bentuk riyal sejak sebelum berangkat.

Sementara tarik tunai lewat ATM biasanya kena dua lapis biaya: biaya dari bank penerbit kartu di Indonesia, dan kadang ada juga biaya dari bank pemilik mesin ATM di Saudi. Kurs yang dipakai pun mengikuti kurs saat transaksi terjadi, yang bisa lebih baik atau lebih buruk dari kurs saat berangkat. Karena itu, strategi paling realistis bukan memilih salah satu secara ekstrem, melainkan mengombinasikan keduanya sesuai porsi kebutuhan.

Jangan Menukar Semua Rupiah Sekaligus

Kesalahan lain yang cukup sering dilakukan adalah menukar seluruh uang rupiah menjadi riyal sekaligus karena takut tidak menemukan tempat penukaran uang di Saudi.

Padahal, jamaah bisa membagi kebutuhan tersebut.

Bawa sejumlah riyal dari Indonesia untuk kebutuhan awal, kemudian gunakan kartu atau tukarkan uang tambahan jika memang diperlukan.

Strategi ini memberikan fleksibilitas. Jamaah tidak terlalu banyak menyimpan uang tunai, tetapi juga tidak sepenuhnya bergantung pada kartu.

Jika ingin menukar uang di Arab Saudi, perhatikan nilai tukar yang ditawarkan dan pastikan tempat penukaran memiliki reputasi yang baik.

Jangan hanya melihat angka kurs. Perhatikan juga apakah ada biaya tambahan atau ketentuan tertentu dalam transaksi.

Pisahkan Uang dan Jangan Bergantung pada Satu Kartu

Ini terdengar sederhana, tetapi sangat penting.

Jangan menyimpan seluruh uang tunai di satu dompet. Begitu juga dengan kartu.

Jika membawa dua kartu, simpan di tempat yang berbeda. Salah satu kartu bisa menjadi cadangan dan tidak perlu selalu dibawa ketika keluar hotel.

Hal yang sama berlaku untuk uang tunai. Bawa uang secukupnya saat pergi ke masjid atau city tour. Sisa uang dapat disimpan di tempat yang aman sesuai fasilitas hotel.

Untuk jamaah yang bepergian bersama pasangan atau keluarga, pembagian uang juga bisa menjadi strategi yang lebih aman.

Bagaimana Jika Kartu Hilang atau Tertelan ATM?

Jangan panik.

Langkah pertama adalah segera menghubungi bank penerbit untuk melakukan pemblokiran jika kartu benar-benar hilang. Karena itu, simpan nomor layanan bank atau pastikan akses mobile banking tetap bisa digunakan dari luar negeri.

Jamaah juga sebaiknya tidak menyimpan PIN kartu di dompet atau menuliskannya pada kartu. Jika kartu tertelan mesin ATM, catat lokasi ATM dan nama bank yang mengoperasikannya. Kemudian segera hubungi pihak bank penerbit kartu untuk mendapatkan arahan.

Strategi Kombinasi yang Biasa Disarankan Pembimbing Ibadah

Dari pengalaman mendampingi ribuan jamaah, pembimbing ibadah umroh biasanya menyarankan pola kombinasi supaya jamaah tidak bergantung pada satu sumber uang saja. Riyal tunai disiapkan untuk kebutuhan harian kecil dan situasi darurat, sementara kartu ATM jadi cadangan untuk kebutuhan yang lebih besar atau saat riyal tunai mulai menipis.

Sebagian jamaah juga memilih membawa kartu debit dan kartu kredit sekaligus sebagai lapisan keamanan tambahan, sehingga kalau satu kartu bermasalah, masih ada opsi lain yang bisa diandalkan tanpa harus panik mencari ATM di tengah kepadatan jamaah menjelang waktu shalat.

Bagaimana dengan Pembayaran Menggunakan QR atau Digital Payment?

Arab Saudi sudah cukup terbiasa dengan pembayaran elektronik, terutama di pusat perbelanjaan, restoran, hotel, supermarket, dan berbagai toko modern.

Namun, jamaah sebaiknya tidak menganggap semua tempat menerima metode pembayaran yang sama seperti di Indonesia.

QRIS yang biasa digunakan di Indonesia bukan berarti otomatis bisa digunakan di semua tempat di Arab Saudi. Sistem pembayaran lokal dan jaringan kartu yang tersedia dapat berbeda.

Karena itu, kombinasi uang tunai dan kartu tetap menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Untuk kebutuhan di tempat yang sudah mendukung pembayaran kartu, gunakan kartu. Untuk transaksi kecil atau tempat yang hanya menerima cash, gunakan riyal

Hal-Hal yang Sering Terlewat Soal Urusan Uang Saat Umroh

Beberapa detail kecil yang sering bikin jamaah kelabakan padahal sebenarnya bisa diantisipasi dari rumah:

  • Lupa mengaktifkan kartu untuk transaksi luar negeri sebelum berangkat, sehingga kartu ditolak begitu dicoba di Saudi

  • Tidak menyimpan nomor call center bank yang bisa dihubungi dari luar negeri jika kartu tertelan atau bermasalah

  • Menyimpan seluruh uang tunai dalam satu tempat, padahal sebaiknya dipecah di beberapa tempat berbeda demi keamanan

  • Tidak memperhitungkan kebutuhan uang untuk city tour atau ziarah tambahan yang kadang butuh dana on the spot

Jadi, Lebih Baik Riyal atau ATM?

Kalau harus memilih, sebenarnya tidak perlu memilih secara ekstrem.

Bawa riyal secukupnya dan tetap siapkan kartu sebagai cadangan.

Riyal tunai memberikan keleluasaan untuk transaksi kecil dan kondisi ketika pembayaran kartu tidak tersedia. Sementara kartu memberikan fleksibilitas ketika jamaah membutuhkan dana tambahan tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Bagi jamaah yang baru pertama kali ke Arab Saudi, pola kombinasi seperti ini biasanya lebih praktis.

Yang perlu disiapkan bukan hanya uangnya, tetapi juga cara menggunakannya.

Sebelum berangkat, cek kurs, siapkan riyal secukupnya, aktifkan transaksi internasional pada kartu, periksa limit, simpan kontak bank, dan pisahkan uang di beberapa tempat.

Dengan persiapan seperti itu, urusan uang tidak perlu menjadi sumber kecemasan selama berada di Tanah suci.

Karena perhatian jamaah seharusnya lebih banyak tertuju pada ibadah dan menjaga kondisi tubuh agar tetap Nyaman beribadah.

Baca Juga
Artikel Terkait Ternyata Ada Warung Indonesia di Makkah dan Madinah Artikel Terbaru Sejarah Dakwah Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah sampai Hijrah ke Madinah
FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kisaran uang tunai yang sebaiknya dibawa saat umroh?

Jumlahnya tergantung kebutuhan pribadi masing-masing jamaah, tapi umumnya disiapkan untuk kebutuhan harian kecil, sedekah, dan situasi darurat, bukan sebagai sumber dana utama untuk keperluan besar.

Apakah kartu ATM Indonesia bisa dipakai langsung di ATM Arab Saudi?

Kartu berlogo jaringan internasional seperti Visa atau Mastercard umumnya bisa dipakai di ATM bank-bank besar Saudi, tapi tetap disarankan mengecek dulu ke bank penerbit soal aktivasi transaksi luar negeri sebelum berangkat.

Konsultasi Langsung

Masih butuh arahan sebelum memilih paket?

Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.